Rabu, 21 November 2012

Get Adobe Flash player

KOREK API

Kadang benda kecil ini tidak disukai oleh segolongan orang. Bukan saja karena sering dihubungakan dengan rokok, akan tetapi juga karena efek bahayanya bisa melebihi apa yang kita pikirkan. Dengan sebatang korek api, hektaran lahan kering bisa terbakar habis. Dengan percikan korek api yang kecil, satu, dua bahkan beberapa rumah bisa ludes terbakar. Hmm..
Namun tidak adil bilamana selalu menghubungkan korek api dengan hal-hal negatif. ada sebuah kisah di bawah ini yang mengungkap betapa benda kecil ini bisa mbermanfaat bahkan memecahkan masalah.
Seorang pemain golf profesional bertanding dalam sebuah turnamen. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik? Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia akan mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?
Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.
Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.
Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lubang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.
Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.
www.pendidikankarakter.com

Jumat, 04 Juni 2010

sawang sinawang

sawang sinawang. bahasa ini mengesankan ketidakpastian atau "kebelumtentuan" keadaan hidup seseorang. sawang sinayang bila diterjemahkan harafiah dan sederhana mungkin berarti liat keliatan. banyak yang memahaminya sebagai keadaan yang seperti itu namun belum tentu seperti itu. yang paling sering kalimat ini dipakai untuk menunjukkan bahwa seseorang yang kaya belum tentu kaya dan orang yang miskin belum tentu miskin. hm ini musti ditafsirkan lagi kayanya.... wah dalem dan susah banget deh bahasa jawa ini.

tapi kalau boleh saya mohon ijin untuk menyandingkan ungkapan ini dengan "gejala alam" yang menghiasi pingiran jalan di jogja, klaten dan solo bahkan kota-kota lainnya: angkringan. ada yang menyebutnya warung koboi, ada yang menyebutnya wct (warung ceret telu) atau apalah jenengan mau menyebutnya, monggo. namun rupanya gejala ini bukan hanya timbul sebagai reaksi kebanyakan masyarakat marginal atas ketidakmerataanya ekonomi makro. oalahhhh.. aku malah ga ngerti apa yang aku maksudkan qqq. tapi kurang lebih juga menjadi wahana turunnya priyayi yang memiliki rasa andhap asor, sumarah lan mrambah. wah mboh iki artinya apa.

namun betul koq, lha di angkringan itu ternyata banyak priyayi yang notabene bukan sembarang priyayi. lha kula niki sering diajak pak profesor ke angkringan jk ten kulon. dan tidak jarang nimbrung di warung koboi yang isinya mbahas keadaan politik yang extra berat itu.. qqq ntar sambung lagi deh